EMFISEMA
Definisi dan Gambaran Umum
Emfisema
adalah salah satu dari penyakit paru obstruktif kronis atau yang sering disebut
PPOK. Pasien yang menderita emfisema biasanya mengalami kesulitan dalam
bernafas. Pada emfisema, peradangan yang disebabkan oleh kondisi ini
menyebabkan kerusakan jaringan paru, terutama yang letaknya berdekatan dengan
saluran udara. Cedera pada jaringan ini berakibat pada kerusakan saluran udara,
sehingga udara akan terjebak pada kantung udara, dan paru-paru dibiarkan
kosong. Karena hal tersebut, kantung udara, yang dikenal juga dengan nama
alveoli, yang terletak pada paru-paru akan menggembung. Alveoli yang
menggembung ini kemudian akan memenuhi dada tanpa meninggalkan ruang sedikitpun
untuk pertukaran udara, sehingga saluran udara menjadi terganggu dan aliran
udara menjadi terhenti.
Emfisema adalah kondisi di mana kantung udara di paru-paru Anda secara
bertahap hancur, membuat napas Anda lebih pendek. Emfisema adalah salah satu
dari beberapa penyakit yang secara kolektif dikenal sebagai penyakit paru
obstruktif kronis (PPOK). Merokok adalah penyebab utama emfisema.Emfisema membuat kantung udara yang terdiri dari balon-balon yang bergerombol seperti tandan buah anggur menjadi kantung udara dengan lubang-lubang menganga di dindingnya. Hal ini mengurangi luas permukaan paru-paru dan, pada gilirannya, jumlah oksigen yang mencapai aliran darah Anda.
Emfisema juga perlahan-lahan menghancurkan serat-serat elastis yang membuka saluran udara kecil yang mengarah ke kantung udara. Hal ini memungkinkan saluran udara tersebut runtuh ketika Anda mengeluarkan napas, sehingga udara dalam paru-paru Anda tidak dapat keluar.
Pada kasus
emfisema, paru-paru kehilangan kelenturannya. Paru-paru yang biasanya meregang
pada saat menarik nafas tidak dapat kembali ke keadaan normal karena udara yang
terjebak di kantung udara. Selain itu, emfisema juga menghancurkan pembuluh
darah kecil pada paru-paru, yang merupakan pembawa gas yang dibutuhkan untuk
pernapasan, sehingga darah yang mengalir menuju paru-paru pun ikut terkena
dampaknya.
Sudah ada
sekitar 24 juta orang yang menderita PPOK, dan emfisema merupakan salah satu
kondisi yang paling sering menyebabkan kematian diantara kondisi lainnya.
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok.
Penyebab Emfisema
Kebiasaan
merokok merupakan penyebab utama penyakit ini. Kandungan racun pada rokok
dipercaya menjadi penyebab dari kerusakan saluran udara yang kemudian
menyebabkan penyakit ini muncul. Rokok merusak rambut-rambut halus pada saluran
udara, yang dikenal dengan nama silia. Silia bertanggungjawab untuk
membersihkan saluran udara pembuangan lendir yang membawa kandungan dan bakteri
yang tidak diinginkan keluar dari paru-paru. Tidak berfungsinya jaringan ini
akan menyebabkan peningkatan produksi lendir, berkurangnya kemampuan
membersihkan, dan menyebabkan infeksi. Pada saat yang bersamaan, rokok juga
dapat menyebabkan peradangan berkepanjangan dan penyempitan saluran udara,
sehingga menghalangi aliran udara. Jenis kandungan rokok lainnya, seperti
cerutu, pipa atau ganja, serta menjadi perokok pasif, juga memiliki resiko yang
cukup tinggi. Resiko seseorang yang merokok untuk terkena emfisema, enam kali
lebih besar dibandingkan mereka yang tidak merokok. Sekitar 20% hingga 25%
perokok akan mengalami PPOK setidaknya satu kali selama hidup mereka.
Cacat pada
antitripsin Alpha-1 merupakan hal lainnya yang paling sering menyebabkan
emfisema. Cacat antitripsin Alpha-1 merupakan kelainan genetis dimana pasien
memiliki kandungan antitripsin Alpha-1 atau AAT dalam jumlah yang sangat
sedikit pada darahnya. AAT dapat melawan tripsin, sebuah enzim yang dihasilkan
oleh sel darah putih. Cacat yang terjadi pada AAT menyebabkan sel kekebalan
tubuh menyerang dan merusak jaringan pada paru-paru. Hal ini biasanya terjadi
pada pasien yang lebih muda. Sekitar 3-5% dari kasus emfisema disebabkan oleh
cacat pada AAT.
20% dari
kasus emfisema disebabkan oleh paparan zat berbahaya pada saat pasien tengah
bekerja, khususnya debu serta zat dan lumut pada tambang dan pengelasan.
Paparan polusi udara, khususnya jika digabung dengan saluran udara yang buruk,
juga dipercaya turut berperan dalam perkembangan kondisi ini. Mereka yang
tinggal di kawasan tengah kota dan industri lebih beresiko terkena COPD
dibandingkan mereka yang tinggal di daerah pedesaan dan ini disebabkan oleh
tingkat polusi udara yang ada di kota-kota besar. Riwayat asma dan tuberkolosis
juga dapat dihubungkan sebagai penyebab emfisema. Keturunan juga dapat menjadi
salah satu penyebab, karena orang akan lebih beresiko untuk menderita PPOK
ketika keluarganya ada yang menderita PPOK.
Gejala Utama
Gejala utama
dari emfisema adalah batuk, produksi lendir dan kesulitan bernapas.
Gejala-gejala tersebut biasanya muncul setelah pasien terpapar zat berbahaya
yang disebutkan di atas selama bertahun-tahun, bahkan beberapa dekade.
Batuk biasanya
merupakan gejala awal dari emfisema. Batuk disini merujuk pada batuk yang
berlangsung selama lebih dari tiga bulan dalam 1 tahun, minimal pada 2 tahun
berturut-turut. Batuk ini biasanya diikuti dengan produksi lendir. Kesulitan
bernapas biasanya terjadi kemudian namun seringkali menjadi gejala yang paling
mengganggu. Pada tahap lanjutan, pasien bahkan akan sulit untuk bernapas bahkan
ketika mereka sedang berada dalam keadaan santai. Banyak pasien akhirnya
terpaksa menggunakan mulut mereka untuk bernapas. Pasien dapat merasakan mengi
(suara nafas akibat penyempitan saluran udara), terutama ketika mereka
mengalami penurunan kondisi fungsi paru (eksaserbasi akut) atau infeksi. Pada
kondisi ini, pasien akan cenderung menggunakan otot leher dan otot lainnya
untuk membantu pernapasan mereka. Seiring perkembangan penyakit, dada pasien
kemungkinan akan berubah bentuk menyerupai dada burung, dan seringkali berada
dalam posisi kaki tiga (tripod). Pada tahap akhir penyakit ini, pasien dapat
mengalami gagal jantung sebelah kanan, yang dapat berakibat pada pembesaran
saraf leher dan pembengkakan pada tubuh bagian bawah.
Siapa yang dapat Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia
Emfisema
sebaiknya ditangani oleh seorang ahli paru. Jika Anda mengalami batuk yang
tidak kunjung pergi, khususnya ketika diikuti dengan kesulitan dalam bernapas,
maka Anda harus segera menemui seorang ahli paru. Anda akan diminta untuk
menjalani beberapa proses pengambilan gambar dada, seperti pemeriksaan dengan
rontgen atau pemindaian tomografi. Jika emfisema atau PPOK ditemukan, tes
fungsi paru atau spirometri akan dilakukan untuk memastikan diagnosa.
Spirometri dilakukan untuk menentukan dan mengukur tingkat gangguan pada
saluran udara Anda.
Diantara
semua metode pengobatan emfisema, penghentian kebiasaan merokok merupakan
metode yang paling efektif dan penting. Resiko kematian akan berkurang cukup
besar jika pasien berhenti merokok. Fungsi paru-paru akan meningkat dan
perkembangan penyakit akan tertunda. Dukungan oksigen juga sangat disarankan, khususnya
bagi pasien yang memiliki oksigen dalam jumlah yang sangat sedikit dalam
tubuhnya. Hal ini terbukti dapat mengatasi kesulitan bernapas dan mengurangi
tingkat kematian.
Bronkodilator
merupakan metode pengobatan yang membantu mengatasi gejala emfisema. Pengobatan
ini tersedia dalam empat jenis yang berbeda, seperti sebagai alat penghisap
(inhaler) ataupenyemprot (nebules). Steroid juga dapat diberikan untuk
mengurangi peradangan pada paru-paru.
Pembedahan
dilakukan untuk mengobati emfisema tahap lanjut. Pada beberapa pasien,
pembedahan pengurangan kapasitas paru-paru, dimana bagian tertentu dari
paru-paru dibuang untuk memberi ruang kepada bagian lainnya untuk tumbuh, dapat
menjadi sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Cangkok paru-paru
juga dapat dilakukan untuk mengatasi emfisema tahap akhir, namun harus
berdasarkan pada beberapa ketentuan yang cukup ketat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar